Thursday, September 5, 2013

seribu luka

 Airmata berarus
Dalam nestapa renungi cinta terbuang
Selaksa airmata berguguran
Tanpa sengaja
Kerana malam tetap bersemayam tanpa menjahit luka
Luka mengalirkan airmata hampa
Menjadi kolam kedukaan

Ku berpijak pada duri cinta disudut suram
Ku dengar rintihan semesta di jagat cakrawala
Mencerita tabu dalam tangis
Dalam semboyannya tangisku

Tiada tawa pada telapak langit prasasti
Punca suaranya telah berganti mati
Kesan suaranya kini menyibak malam dalam jagatnya yang hilang
Dan aku menjadi kelu hilang bahasa

Esak tangisku terlepas disudut penjuru kelam
Aku melepas kelamku di isak tangis ke penjuru yang tak mengerti
Aku kembali ke sudut sepi
Meratapi jejak perjalanan gundah di antara tangis dan tawa Sementara tangisku masih tercicir dimuka bumi
Mencari jati hati tetap ku teruskan
Tentang pertanyaan serta permintaan
Siapa yang sudi mengerti saat ku sendiri
Bukan pada malam
Bukan bulan atau pun bintang
Hanya diri sendiri

No comments: